Apakah Y.o.u Mengandung Merkuri? – Apakah Anda masih terlalu malas untuk mengaplikasikan tabir surya dengan dalih ada yang tidak cocok? (walaupun saya belum mencoba puluhan tabir surya) atau alasan mahal. Produk tabir surya saat ini sudah banyak beredar di pasaran, bahkan merek-merek lokal pun sudah mengeluarkan produk tabir surya dengan harga yang ramah kantong. Salah satunya adalah Y.O.U yang baru saja meluncurkan produk tabir surya.
Apa merek Y.O.U sebelumnya? dari informasi yang kami dapat itu merk lokal tapi pabrikannya sebenarnya ada di China, anda tidak perlu khawatir karena produknya sudah terdaftar di BPOM jadi aman. Nama Y.O.U sendiri sebenarnya memiliki arti awet muda, luar biasa dan unik. Diluncurkan pada 2018, brand ini awalnya fokus pada make-up, namun kini melebarkan sayapnya ke perawatan kulit.
Apakah Y.o.u Mengandung Merkuri?
Sekarang mari kita bicara tentang tabir surya mereka yang disebut Tone Up UV Elixir, yang memiliki kandungan SPF 50+ PA++++ yang relatif tinggi. Awalnya agak bingung sama namanya, sebenarnya itu tinted SPF atau tinted sunscreen? Tapi saat aku menerima produknya dan memeriksanya, aku berpikir, oh, ini adalah toning sunscreen yang mengingatkanku pada Skin Aqua Tone Up UV Essence.
Waspadai Bahaya Kandungan Merkuri Kosmetik
Y.O.U Tone Up UV Elixir diformulasikan dengan asam hialuronat dan minyak bunga matahari untuk melembabkan dan mencerahkan kulit. Pertanyaan yang mungkin terlintas di benak Anda saat ini apakah ini tabir surya kimia atau fisik? Jawabannya adalah hibrida. Oleh karena itu, produk ini mengandung zat kimia dan fisik (titanium dioksida). Sejujurnya, tabir surya hybrid masih bekerja dengan baik untuk kulit sensitif saya.
Oh ya, Y.O.U Tone Up UV Elixir sudah teruji secara dermatologis dan bebas alkohol, pasti akan menarik bagi mereka yang sensitif atau anti alkohol dalam perawatan kulitnya, hehe.
Teksturnya creamy agak mirip lotion tapi agak kental. Kalau dilihat warna dari bukaan tubenya sih mirip lavender, tapi pas dikeluarkan, hint lavendernya nggak terlalu kelihatan, cenderung putih susu. Baunya enak, cukup familiar, tapi sampai sekarang saya tidak ingat seperti apa bentuknya, hahaha. Kombinasi bunga dan manisnya pas dan saya tidak keberatan dengan aroma ini sama sekali.
Apa akhirnya? jadi apakah baik untuk membandingkan atau tidak? sekarang finishnya cenderung dewy jadi mengkilat tapi tidak berminyak. Putih atau tidak? sesuai namanya karena toning dan di kulit medium saya hasilnya lebih terang tapi kelihatannya bagus tidak abu-abu. Untuk teksturnya enak diblend atau halus gak? Sejujurnya, ini adalah trik yang sulit, hasil perawatan kulit dasar yang berbeda juga berbeda, saya akan menjelaskannya di bagian pengalaman saya.
Ladies, Krim Kecantikanmu Aman Jika Mengandung Bahan Ini
Kemasannya adalah lavender ombré to pink tube yang cantik dengan bahan glossy dan tutup ulir putih. Lubangnya kecil, saya suka, jadi saya tidak khawatir akan keluar terlalu banyak jika saya pencet. Untuk kemasan luarnya, produk ini tidak menggunakan box, melainkan kantong plastik. Semua informasi diberikan secara lengkap dan sangat jelas pada kemasan luarnya.
Saya menggunakan dua jari di seluruh wajah dan leher saya. Jika Anda khawatir plester putih terlalu kuat atau Anda memiliki kulit sedang hingga dalam, Anda dapat menggunakannya sedikit demi sedikit, jadi ratakan dulu, misalnya 1 jari lalu tambahkan 1 jari lagi setelah meresap.
Pada hari pertama pemakaian Y.O.U Tone Up UV Elixir banyak yang mengelupas dan produknya sulit menyebar, rasanya seperti semolina. Ini karena perawatan kulit dasar yang saya gunakan hari itu saya menerapkan lapisan humektan yang kemudian saya tutupi dengan oklusi, otomatis kotoran yang menempel hilang.
Pada hari ke-2, saya menggunakan toner yang menenangkan setelahnya. Tidak ada penumpahan kali ini, tetapi sangat sulit untuk dibaurkan, tetap kencang di kulit.
Myprotein Berbahaya? Mengandung Merkuri? Menyebabkan Kanker?
Hari ke 3, aku pakai toner dan moisturizer setelahnya. Kali ini saya menggunakan pelembab emolien dan itu sempurna! Y.O.U Tone Up UV Elixir tidak luntur sama sekali dan bertahan dengan sangat baik.
Dari minggu ke 3 sampai minggu ke 2 saya menggunakan basic skin care yang sama dan sejauh ini tidak ada masalah. Saya melakukan tes panas yang benar-benar di bawah sinar matahari langsung, tidak ada luka bakar, biasanya krim matahari tidak bagus, saya gunakan sesuai dosis, kulit tetap terbakar. Selain itu, semakin lama warnanya, semakin cantik, dan tekstur kulitnya terlihat bagus, sampai tetangga saya berkali-kali bertanya kepada saya bagaimana cara membuat kulit lebih cerah dan halus? Kulitku juga ga beruban sama sekali, jadi efek glowingnya natural+terlihat segar.
Bagaimana dengan kulit berjerawat, kak? Kulit saya rentan berjerawat dan pertama kali saya menggunakan tabir surya ini saya berjerawat, Y.O.U Tone Up UV Elixir tidak membuat jerawat menjadi lebih parah, sebaliknya memberikan efek menenangkan dan menyenangkan pada kulit.
Apakah Anda menambahkan lebih banyak minyak? Kulit saya kombinasi sampai berminyak dan baru 2 jam yang lalu saya perhatikan bahwa sifat berminyaknya masih normal, tidak terlalu banyak, tapi juga tidak mengontrol sifat berminyaknya.
Waspada! Kosmetik Palsu Merusak Kulitmu
Saya pikir Y.O.U Tone Up UV Elixir bagus dan sesuai dengan klaimnya. Pertama, apakah itu melindungi? Ya, itu benar-benar melindungi dari sinar matahari langsung. 2. Apakah itu meringankan? Iya, efek glowingnya bagus dan natural. Lalu menenangkan, melembabkan dan menghaluskan? YA!! memberikan efek menenangkan dan nyaman pada kulit berjerawat, juga menjaga kulit tetap terhidrasi dan teksturnya tampak halus.
Saya secara resmi menyatakan Y.O.U Tone Up UV Elixir sebagai salah satu tabir surya favorit saya. Mempertimbangkan harganya, itu bisa diterima, tentu saja saya akan membeli kembali. Berapa biayanya? Harga resminya 90 ribu untuk ukuran 40 ml, tapi saya sarankan beli dari dealer, harganya hanya 60 ribu. Wah, kok selisihnya gede ya? mereka biasanya ada diskon, sama seperti counter offline, mereka sering diskon jadi jangan khawatir. Masih banyak masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa kulit putih merupakan simbol kecantikan, sehingga banyak cara untuk mendapatkan kulit putih. Sayangnya, hal tersebut dimanfaatkan oleh produsen kosmetik yang menjual krim pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya, salah satunya adalah merkuri. Padahal merkuri tidak boleh digunakan pada manusia, apalagi dikonsumsi.
Krim yang mengandung merkuri biasanya memberikan hasil yang cepat. Dalam waktu seminggu hingga dua minggu, kulit tampak putih, jerawat menghilang, kulit tampak mulus dan pori-pori mengecil. Hasil langsung ini memuaskan banyak wanita dan merekomendasikan kosmetik yang justru merugikan orang lain. Padahal, terdapat risiko yang sangat tinggi bagi kesehatan pengguna produk kosmetik yang mengandung merkuri. Puluhan produk kosmetik jelas mengandung merkuri.
Husniah Rubiana Thamrin Akib dari BPOM mengatakan merkuri sangat berbahaya karena merupakan logam berat. Tidak peduli seberapa kecil jumlah merkuri yang masuk ke dalam tubuh, itu berubah menjadi racun. Merkuri yang dioleskan ke kulit dapat diserap ke dalam kulit dan masuk ke aliran darah. Efek samping penggunaan merkuri pada kulit adalah perubahan warna, flek hitam, iritasi, kemerahan, bahkan kerusakan permanen pada struktur kulit, saraf, otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin. Efek jangka panjang dari merkuri termasuk kerusakan ginjal dan kanker.
Mitos Sunscreen Yang Harus Kamu Hindari
Sementara itu, dr. Retno I. Tranggono, SpKK mengatakan krim merkuri pada awalnya efektif dan kulit tampak putih dan sehat. Namun seiring berjalannya waktu, kulit bisa menjadi gelap dan menimbulkan jerawat yang parah. Selain itu, paparan merkuri dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker kulit, kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, dan jenis kanker lainnya.
Dengan efek samping yang sangat berbahaya, jelas Anda perlu mewaspadai krim pemutih yang tidak jelas. Bahkan krim pemutih yang mahal dan penjualnya mengatakan itu adalah krim pemutih buatan dokter.
Efek samping penggunaan krim merkuri tidak langsung muncul, biasanya muncul dalam 2 hingga 10 tahun. Lebih berbahaya lagi, begitu merkuri masuk ke dalam tubuh, sangat sulit dan hampir mustahil untuk dihilangkan.
Berhati-hatilah saat memilih kosmetik. Pastikan kosmetik Anda aman dan terdaftar di BPOM atau Badan Kesehatan Dunia yang bertanggung jawab. Jangan mudah terkecoh dengan krim pemutih palsu, meski harganya mahal!
Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil, Bisa Picu Masalah Lho!
Lihat 10 Pasangan Artis di Resepsi Pernikahan Jessica Mila dan Yakup Hasibuan, Nikita Willy adalah Titi Kamal
6 Raline Shah yang kerap hadir di acara internasional dan bertemu dengan seleb Hollywood hingga Korea berbalut kebaya hingga baju mahal
Aura darah biru Dian Sastro terpancar sempurna saat mengenakan busana adat Jawa menemani Adinia Wirasti dalam prosesi pernikahan mesra di Jakarta.
6 Potret Adinia Wirast dan Michael Wahr yang tampil sempurna saat para raja dan ratu menggelar prosesi pernikahan adat Jawa di Jakarta Menggunakan krim wajah merupakan salah satu cara mendapatkan wajah bersih dan berseri. Berhati-hatilah. Ada krim berbahaya yang benar-benar dapat merusak kulit wajah.
Coba Dulu, Ini Cara Aman Makan Kepiting Untuk Ibu Hamil
Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) melarang peredaran dan penggunaan produk kosmetik yang dijual tanpa izin di Indonesia. Ini termasuk krim berbahaya yang mengandung merkuri, asam retinoat, hidrokuinon, dan resorsinol.
Merkuri mampu menghambat produksi melanin yang membuat kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat. Oleh karena itu, merkuri sering digunakan sebagai bahan pemutih atau krim kulit.
Paparan merkuri dapat menyebabkan cacat lahir pada ibu hamil dan menyusui serta perkembangan otak pada anak-anak.
Asam retinoat dapat membersihkan pori-pori, mengobati jerawat dan bekas jerawat, serta mengurangi kerutan. Namun, asam retinoat membawa risiko iritasi kulit, kekeringan, kepekaan terhadap sinar matahari, perubahan warna, pembengkakan, atau kemerahan.
Bahaya Merkuri Pada Produk Kosmetika
Tak hanya itu, janin yang terpapar zat tersebut di dalam kandungan berisiko mengalami cacat lahir, sedangkan bayi berisiko mengalami masalah sistem saraf, tulang, otot, persendian, dan pencernaan.
Efek samping lain dari bahan ini adalah kulit akan terbakar, menjadi merah, kering dan pecah-pecah, melepuh atau menghitam.
Itu juga dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius seperti sakit kepala, ruam, gatal, pembengkakan pada wajah dan leher, dan kesulitan bernapas.
Absorbinol dapat digunakan untuk mengobati rasa sakit dan gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga, tanaman beracun, luka bakar, sengatan matahari, dan iritasi kulit.
Cara Glow Up Remaja: Rahasia Kulit Glowing Dengan Skincare Dan Tips Se
Absorbinol juga biasa digunakan untuk mengobati kondisi kulit seperti eksim, kutil, psoriasis, dan kapalan. Namun jika digunakan secara berlebihan, zat ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, misalnya
Untuk menghindari efek berbahaya dari kandungan krim tersebut
