Perbedaan Teman Bus Dan Trans Jogja – Trans Jogja, juga dikenal sebagai merek Trans Jogja Istimewa, adalah sistem angkutan cepat perkotaan ber-AC di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Indonesia, berpusat di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantur. Trans Jogja merupakan bagian dari rencana implementasi Bus Rapid Transit (BRT) yang digagas Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Sistem ini dioperasikan pada awal Maret 2008 oleh Dinas Perhubungan DIY.
Trans Jogja dioperasikan oleh PT Jogja Tugu Trans (konsorsium empat koperasi yang mengelola angkutan umum perkotaan dan pedesaan di koperasi Yogyakarta [Sleman, Kopata, Aspada, Kobutri dan Puskopkar] dan Perum DAMRI) dan entitas komersial PT Anindya Mitra Internasional. Itu termasuk dalam kategori DIY.
Perbedaan Teman Bus Dan Trans Jogja
Perencanaan Trans Jogja mendesak karena sistem transportasi di dalam dan sekitar Yogyakarta sebelumnya dianggap tidak efisien. Selama tahap perencanaan, operator bus dan pengemudi bus yang ada menghadapi banyak tantangan. Sistem ini awalnya direncanakan untuk diterapkan pada tahun 2007, namun gempa Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 menyebabkan waktu pelaksanaan berubah.
Bus Trans Jogja Diujicobakan Sampai Kaliurang
Pada awal pembukaan, WIB memiliki 6 jalur bus mulai pukul 05.30 hingga 21.30 dari dan ke terminal asal. Ini memiliki 105 bus berukuran sedang dengan 34 kursi. Stasiun digunakan untuk panggilan dengan biaya Rs 7 crore per perjalanan
Pada 17-18 Februari 2008, Trans Jogja diuji coba. Awalnya, Trans Jogja hanya memiliki 6 rute (1A, 1B, 2A, 2B, 3A dan 3B) yang menghubungkan tempat-tempat penting di Yogyakarta seperti Candi Prambanan, Jalan Malioboro, Kotagede, Yogyakarta Expo Center, Plaza Ambarrukmo, UGM, Kotabaru tunggu. . Semula, Trans Jogja hanya memiliki 78 stasiun, delapan di antaranya merupakan stasiun point-of-sale (PoS). Awalnya, tarif uji coba bus ini adalah Rp 1.000. Kemudian diganti dengan harga reguler 3.500,00 dong. Gunakan sistem kartu perjalanan tunggal. Seluruh bus milik Pemkot Yogyakarta dan Pemda DIY dan dioperasikan oleh PT Jogja Tugu Trans berjumlah 54 unit dengan 6 bus cadangan.
Keberhasilan skema tersebut membuat pemerintah DIY mempertimbangkan untuk menambah armada dan rute Trans Jogja lagi. Meski begitu, Organisasi Angkutan Darat Yogyakarta (Organida) meminta pemerintah DIY mengkaji ulang penambahan 20 armada bus dan 19 halte baru untuk Trans Jogja.
Meski rute baru ini awalnya dijadwalkan beroperasi pada April 2010, namun operasinya terhenti akibat keterlambatan yang disebabkan oleh masalah dalam proses pendanaan. Pemda DIY akhirnya optimistis bus tersebut akan beroperasi pada 15 Oktober 2010. Rute baru tersebut adalah rute 4A dan 4B yang menghubungkan Terminal Giwangan dengan UIN Sunan Kalijaga dan Lempuyangan.
Teman Bus, Bagaimana Berteman Dengan Warga Kalau Eksklusif? Halaman 1
Dari Oktober hingga November 2010, Gunung Merapi meletus pada tahun 2010, mengakibatkan kerugian sebesar 400 juta rupiah Indonesia karena rendahnya load factor penumpang di Yogyakarta.
Pemerintah DIY berencana mengakhiri kontrak kerja sama dengan PT Jogja Tugu Trans pada akhir 2015. Pada September 2015, Pemda DIY akhirnya menunjuk BUMD DIY PT Anindya Mitra Internasional (AMI) untuk mengoperasikan bus Trans Jogja. Selama masa transisi ini, 34 bus Trans Jogja produksi 2007-2008 bersama 40 bus lainnya tetap beroperasi di bawah kendali PT AMI. Bahkan dalam rencana yang disusun PT AMI, perseroan akan bekerja sama dengan pihak ketiga seperti bank dan jasa pendukung.
Sebagai langkah awal, PT AMI meluncurkan bus baru pada 27 Mei 2016, bus penyelamat dari Ditjen Perhubungan Darat untuk menggantikan bus Trans Jogja batch pertama produksi tahun 2007 hingga 2008. Semua bus dilengkapi dengan fasilitas penyandang cacat.
Di awal tahun 2017, 85 bus Trans Jogja telah siap beroperasi dan ditambahkan 43 bus baru senilai Rp30 miliar.
Tips Mudik Lebaran Menggunakan Bus Untuk Perjalanan Yang Aman Dan Nyaman
Pada bulan Maret 2017, Dishub Yogyakarta merencanakan trayek baru bus Trans Jogja yaitu trayek 5A, 5B, 6A, 6B, 7, 8, 9, 10 dan 11,
Perincian Rute 7, 9, dan 11 mulai 25 April 2017, Rute 5A, 5B, 6A, dan 6B mulai 12 Mei 2017, dan terakhir Rute 8 dan 10 mulai 3 Juli 2017. Terakhir, Trans Jogja memiliki 17 jalur yang mampu menjangkau tempat-tempat yang jarang terlihat atau sering dikunjungi dan mendukung pariwisata Yogyakarta.
Pada Agustus 2017, perusahaan membeli 15 bus baru (Hino FB 130) untuk rute 1A, 14 di antaranya digunakan untuk operasi dan 1 untuk cadangan, setelah itu 121 karyawan PT JTT yang diberhentikan akhirnya kembali bekerja di PT JTT. Ada yang mengundurkan diri dan ada yang pindah ke PT AMI.
Sejak awal beroperasi hingga 2019, Trans Jogja menerapkan sistem tertutup, artinya penumpang harus melalui pintu masuk untuk masuk ke dalam bus, seperti halnya TransJakarta. Selain itu, berlaku sistem pembayaran yang berbeda: satu arah, tiket terusan pelajar dan tiket terusan reguler. Penumpang dapat membeli tiga jenis tiket, yaitu tiket sekali jalan dan tiket keanggotaan umum. Tiket ini adalah kartu pintar, bukan tiket bus biasa. Tiket diperiksa secara otomatis melalui gerbang tiket, dan gerbang gerbang tiket dibuka secara otomatis. Penumpang dapat berganti bus tanpa membayar biaya tambahan selama tidak meninggalkan stasiun.
Teman Bus Jogja Bersama Trans Jogja Uji Coba Operasional Di Sebagian Rute
Per Februari 2020, telah terjadi perubahan sistem tiketing Trans Jogja dengan mengganti gerbang tiket dengan mesin EDC yang dibawa oleh petugas di bus atau di halte bus. Selama masa transisi yang berlangsung hampir sebulan ini, seluruh transaksi tiket Trans Jogja akan dilakukan secara tunai, cukup dengan menunjukkan Kartu Langganan Trans Jogja atau Kartu Uang Elektronik (KUE) untuk mendapatkan tarif yang sesuai. Bersamaan dengan itu, Trans Jogja juga mengeluarkan kartu langganan versi baru dan mewajibkan pengguna kartu lama untuk mengganti kartunya agar tetap dapat menggunakan layanan Trans Jogja. Semua gerbang tiket Trans Jogja sekarang ditutup.
Sebagai bagian dari sistem transportasi menyeluruh Yogyakarta dan daerah pendukungnya, sistem ini menghubungkan enam moda transportasi penting di sekitar kota:
Semua stasiun berada di wilayah Kabupaten Sleman kecuali stasiun Giwangan, Lempuyangan dan Yogyakarta. Terdapat halte bus di dekat tempat wisata dan tempat umum penting seperti sekolah, universitas, rumah sakit, bank, samsat, dan perpustakaan.
Trans Jogja saat ini ditetapkan pada Rs 3.600. Untuk penumpang umum non langganan, Rp 2.700. 1.800 Rp untuk penumpang umum. Bagi mahasiswa yang berlangganan.
Bus Kota Di Surabaya
Untuk kenyamanan pembayaran, Trans Jogja menerima pembayaran tunai dan non tunai. Pembayaran tunai dapat dilakukan di halte bus yang dijaga atau langsung di dalam bus. Selain itu, pembayaran nontunai Rp 2.700 dapat dilakukan dengan menggunakan kartu bank e-money seperti BRIZZI (Bank BRI), TapCash (Bank BNI), e-money (Bank Mandiri), Multi Trip/KMT Card (KAI Commuter) dan Flazz (Bank BCA dan Bank BPD DIY), Anda juga dapat menggunakan akun dompet digital LinkAja, GoPay dan AstraPay melalui aplikasi Trans Jogja.
Untuk pembelian/pembelian bus TEMAN Trans Jogja, tarif layanannya adalah Rp 3.600. Metode Pembayaran Yang Diterima Cashless/Cashless Only, Kartu Uang Elektronik Metode Pembayaran Yang Diterima BRIZZI (Bank BRI), TapCash (Bank BNI), e-Money (Bank Mandiri) dan Flazz (Bank BCA dan Bank BPD DIY), Metode Pembayaran Bisa dilakukan via QRIS, untuk manula dan pelajar, transportasi gratis/gratis setelah persyaratan terpenuhi.
Mulai 2022, Trans Jogja akan menerbitkan Trans Jogja Pass untuk digunakan di bus Trans Jogja. Ada dua jenis kartu:
Ada berbagai jenis halte Trans Jogja, biasanya dibagi menjadi pos jaga polisi dan pos jaga non polisi (portabel).
Cobain Kuy Dishub Medan Uji Coba Rute Bus Trans Metro Deli, Penumpang Gratis Naik Hingga Desember
Sejak beroperasi pada tahun 2008 lalu lintas penumpang di Yogyakarta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan mencapai puncaknya pada tahun 2014. Per April 2020 lalu lintas penumpang Yogyakarta di Yogyakarta adalah 1.402 penumpang per hari, turun dari normal 20.000-22.000 penumpang akibat pandemi COV-19. Sebelumnya, Friends of Yogyakarta memiliki 3 koridor yang melayani kawasan padat di Yogyakarta. Sebagian besar rute ini melewati pinggiran Yogyakarta ke zona penyangga sekitarnya. Ketiga koridor tersebut adalah Jalur Bandara Adisucipto-Pakem, Terminal Condong Catur-Pakem, dan Terminal Ngeabean-Godean.
Sudah hampir dua tahun layanan Bus Sahabat Jogja dibuka dan bermitra dengan layanan Trans Jogja. Jika layanan Trans Jogja menjangkau lebih banyak wilayah perkotaan Yogyakarta, maka Friends Bus Jogja akan menjangkau wilayah yang tidak terjangkau oleh layanan Trans Jogja. Daerah padat inti layanan Bus Sahabat Jogja adalah Pakem, Ngaglik, Ngemplak, Godean, Depok dan Gamping.
Melalui Sahabat Bus Jogja, penumpang dari tiga wilayah bisa berpindah ke bus Trans Jogja jika ingin ke kota wisata tersebut. Meski belum terintegrasi, masih banyak stasiun Trans Jogja yang bisa digunakan untuk naik Bus Jogja Sobat.
Namun, sejak diberlakukannya aturan berbayar, terjadi perubahan rute Sahabat Bus Jogja, yakni Koridor 2. Jika sebelumnya Bus Sahabat Koridor 2 melayani rute dari Terminal Ngabean menuju Pasar Belut Godean, kini rute ini telah diambil dan diakhiri. Via Yogyakarta dan dialihkan ke Papa Pang. Palbapang adalah sebuah desa di Kabupaten Bantul, Kabupaten Bantul, sedangkan Godean adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman. Sedangkan Bus Sahabat Jogja sudah mengambil alih rute 1A dan 2A. Rute 1A melewati Maioboro dan Prambanan, Rute 2A melewati Maioboro, Gedong Kuning dan Condong Catur.
Ada Tarif Khusus Bts Teman Bus Untuk Pelajar Hingga Lansia!
Nah, dengan perubahan rute ini, rute bus Trans Jogja dan Bus Sahabat Jogja dari daerah Sleman ke daerah Bantul pada dasarnya berubah. Jika melihat dari ketiga jalur yang ada, hampir semuanya melewati Kabupaten Sleman. Sedangkan untuk layanan Trans Jogja atau Sahabat Bus Jogja ke Bantur belum ada.
Selain itu, wilayah Bantur juga lebih padat penduduknya dan membutuhkan angkutan umum untuk menuju kota Yogyakarta. Oleh karena itu, layanan Trans Jogja kemungkinan dialihkan ke wilayah Bantur.
Ternyata, rutenya masih mengitari kota Yogyakarta. Dari terminal Ngabean, Trans Jogja akan melewati kawasan Teras Malioboro. Jika saya ingat dengan benar, ada halte bus di dekat Hotel Abadi
